Riliskaltim.com, Samarinda – beredarnya isu yang menguat di lingkaran poltik tentang hadirnya kotak kosong (kokos) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim deras berdesir. Isyarat tersebut menyasar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Rudy Mas’ud – Seno Aji yang tengah bergerilya mewujudkan koalisi gemuk.
Sementara lain calon lawan, yaitu Isran Noor – Hadi Mulyadi belum terlihat tindak-tanduknya. Kabar teranyar Isran dan Rudy bakal mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPP PPP sepanjang 8-10 Juli 2024.
Bakal Calon Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menegaskan kokos hanya sekadar kabar angin lantaran dirinya bersama Isran telah mengantongi dukungan beberapa parpol tersisa yang belum bersikap.
Meski begitu, Hadi belum mau membeber dukungan dari mana saja yang berhasil dikantongi. “Dalam waktu dekat, pertengahan Juli ini diungkap,” katanya Senin, 8 Juli 2024.
Gerilya memborong dukungan hingga terbentuknya kokos, dinilai Ketua DPW Gelora Kaltim ini, sangat tidak demokratis. Hal itu seolah menunjukkan kandidat tak siap bertarung. “Kalau yakin menang buat apa borong partai. Beda dengan Isran-Hadi, siap bertarung,” ucap hadi.
Hingga kini, duet Rudy-Seno sudah mengantongi dukungan dari PAN, PKB, dan PKS. Sementara partai tempat Rudy dan Seno bernaung, Golkar dan Gerindra, disebut-sebut bakal mengucurkan dukungan untuk kadernya yang maju di gelanggang demokrasi Benua Etam.
Jika wacana itu terwujud, koalisi megah dengan lebih dari 50 persen keterwakilan kursi di DPRD Kaltim bakal menjadi penopang duet berjargon Kaltim Emas tersebut. Tiga partai yang sudah pasti mendukung memiliki representasi sebanyak 14 kursi. PKB 6 kursi, sementara PAN dan PKS sama-sama 4 kursi.
Ditambah Golkar dengan 15 kursi dan Gerindra 10 kursi. Maka sebanyak 39 dari 55 kursi representasi sudah dikantongi Rudy Seno. Menyisakan PDIP 9 kursi, Nasdem 3 kursi, serta Demokrat dan PPP dengan dua kursi.







